Rabu, 25 Januari 2012

2 hari bersama yendi amalia


19 januari 2012

sekitar jam 7 pagi saya sudah di pasar gubeng, membeli roti dan sawi putih, lalu kembali kost sarapan roti keju dan teh panas. opet dan yendi datang ke kost sekitar jam setengah 9, opet “menitipkan” yendi karena opet harus kerja. yendi amalia nama lengkapnya, seorang copywriter berdomisili di jakarta yang baru saja resign dan memutuskan untuk berlibur di jawa, bali, dan lombok. semalam yendi tiba di surabaya, awalnya ke surabaya hanya untuk transit sebelum berlibur ke bali, dia habis berlibur di kota semarang, yendi adalah teman multiply opet, semalam kami sudah mengobrol di kost opet yang baru-yihaa opet pindah ke kost yang asjik, ternyata saya dan yendi punya mutual friends: budi warsito dan ika peniti pink, itu membuat kami jadi langsung akrab heheh. hari ini saya mengajak yendi berkeliling surabaya dengan cara andalan saya: berjalan kaki, semalam yendi sudah menyatakan ketertarikannya berjalan kaki keliling kota. sebelum jalan2, saya memasak brunch: pasta sawi putih, untung yendi menyukai masakan saya, kami cabut jam 10, saatnya menikmati kota surabaya!

destinasi pertama adalah laundry kiloan dekat kostan saya, yendi nge-laundry pakaiannya, ekspres besok jadi harganya 17ribu per kilo. destinasi kedua adalah stasiun gubeng lama, kami berjalan menyusuri banyak gang dan tiba di stasiun gubeng lama sekitar 20 menit kemudian, saya memamerkan stasiun favorit saya: stasiun gubeng yang masih mempertahankan bangunan lamanya bergaya kolonial. kami lanjut berjalan kaki menelusuri jalan kusuma bangsa hingga sampai di taman hiburan rakyat, yendi hanya berfoto di depan pintu masuk, kami lanjut ke destinasi ketiga: pasar gembong. seperti yang saya lakukan saat melakukan trip serupa bersama herajeng, kami berhenti di depan sebuah biro perjalanan yang menyediakan air minum dalam kendi untuk para musafir, kebetulan seorang karyawan biro perjalanan tersebut menyambut kami dan mempersilahkan untuk minum, kami berdua tanpa ragu langsung minum, ahhh segarnya!


tiba di pasar gembong, saya langsung menuju spot2 andalan, yendi membeli baju di stand baju bekas, dia juga beli kacamata vintage dengan harga yang oke, kami keliling lapak2 yang menyajikan barang bekas apapun dengan komposisi yang menarik! cuaca cukup cerah, hanya sedikit mendung, yendi yang memakai boot dan celana pendek menjadi pusat perhatian, maklum lah jarang banget ada turis berjalan kaki di surabaya apalagi pake boot. kami lanjut menuju jalan kapasan dan beristirahat di serabi notosuman, yendi memesan serabi original dan coklat, kami lebih menyukai yang original, yang coklat jadinya terlalu manis. destinasi keempat adalah kelenteng boen bio—kelenteng khonghucu satu2nya di indonesia, saya selalu nyaman jika berkunjung ke boen bio karena pengurus kelenteng ramah terhadap turis. setelah menikmati keindahan rumah ibadah nabi khonghucu, kami lanjut ke kelenteng hong tiek hien yang berada di jalan dukuh, hanya masuk sebentar lalu kami menuju kawasan ampel.

semalam kami sudah putuskan untuk tidak berkunjung ke makam sunan ampel jadi kami berdua memakai celana pendek. kami menelusuri jalan bongkaran, jalan panggung, jalan mas mansyur, jalan sasak, menikmati rumah2 kolonial yang masih berfungsi sebagai toko dan tempat tinggal, terjebak sesaat di keriuhan pasar ikan pandean. yendi mengambil foto orang2 arab yang berkostum muslim, haha untung tampang dan gaya yendi turis banget, jadi kami tidak diusir karena dianggap tidak sopan dengan kostum celana pendek. kami masuk ke gang ampel suci dimana banyak stand yang menjual souvenir khas arab, tidak sampai ujung, saya mengajak yendi berbelok masuk ke gang2 tempat tinggal warga keturunan arab, banyak rumah kolonial yang masih terawat dan melihat langsung aktivitas masyarakat lokal, selalu menyenangkan menjelajahi kampung arab!

kami kembali melewati jalan panggung kemudian masuk gang menyusuri pinggiran kalimas, saya baru pertama kali melewati jalur ini, banyak orang yang tinggal di rumah non-permanen, wajah bantaran kalimas lainnya. akhirnya kami tiba di jembatan merah, lalu lanjut berjalan kaki di trotoar yang luas di sepanjang jalan rajawali, destinasi selanjutnya: house of sampoerna (hos). kami tiba di hos sekitar jam 2 siang, langsung istirahat di kursi depan cafĂ©, haha kerasa capek setelah 5 jam berjalan kaki. kami mengambil tiket untuk trip surabaya heritage tour jam 3 sore—tiket nya gratis loh. saya mengajak yendi keliling museum sampoerna, museum yang gila karena memamerkan manusia hidup—para buruh yang bekerja melinting rokok kretek. hujan pun turun, setelah menikmati keanehan museum kami makan siang seadanya: roti keju. jam 3 sore, naik bis yang apik dan ikutan tur, enok yang menjadi tour guide, enok adalah tour guide yang ok! kami ikutan trip standar tapi tetep bagus! rutenya: tugu pahlawan dan gedung ptpn 12. yendi tampak menyukai trip ini, saya pun tidak pernah bosan ikut berkali-kali.

jam 4 sore kami kembali ke hos, hujan masih turun, dengan payung saya yang hampir berbentuk kotak tidak lagi bulat, kami menuju jmp, naik angkot lyn Q menuju c2o library. jam 5 sore kami sudah tiba di c2o library, yendi baru pertama kali ke c2o dan dia sangat menyukai tempat ini, nyaman sama seperti kineruku katanya. kebetulan saya ada janji bertemu dengan seorang anggota mafias—sebuah komunitas filem di stikom, dia sudah datang sebelum jam 5, dia ingin mengadakan screening filem2 anak2 mafias di c2o library, saya menjelaskan prosedur penyelenggaraan acara di c2o. yendi kelaparan, saya nganterin dia ke masakan chinese kaki lima di sebelah bon ami, yendi membeli nasi goreng yang ternyata memiliki porsi yang sangat besar, puas dimakan 2 orang. nasi goreng dibungkus dan dibawa ke c2o, yendi makan dengan lahap heheh dia kelaparan seharian tidak makan yang layak. jam 7 malam opet menyusul datang dari kantor, opet menghabiskan sisa nasi goreng, jam 8 yendi dan opet pulang bersama, saya dan andriew masih di c2o sampai jam 9 malam. nyampe kost jam 10 dan langsung tidur.

20 januari 2012

saya bangun agak siang, opet mengantarkan yendi ke kost saya seperti kemarin, malam ini yendi akan cabut ke denpasar, jadi sepanjang siang akan bersama saya. saya memasak pasta terong untuk sarapan, untungnya yendi masih mau makan masakan saya heheh. sampai jam 12 siang, saya dan yendi membaca buku di kamar saya yang berantakan. kami cabut ke unair bertemu dengan kawan yendi, saya tidak menanyakan siapa namanya, mereka janjian bertemu di depan perpustakaan, ehh ternyata kawannya tidak asing bagi saya, namanya maria, dia seorang aktivis lgbt, kami sering bertemu di acara2 diskusi yang diselenggarakan oleh bhineka dan gaya nusantara. saya tidak mengenal maria secara personal, yendi mengenal maria karena yendi pernah bekerja di sebuah ngo, saya lupa nama ngo nya, mereka bertemu di sebuah konferensi di bali. awalnya saya tidak akan ikut dengan yendi dan maria, mereka berdua berhasil memaksa saya berjalan2 dengan menggunakan mobil orangtua maria plus sang supir. maria yang cerewet nan humoris membuat saya nyaman untuk bergabung dengan mereka, destinasi pertama kami adalah nasi udang bu rudi di jalan darmahusada, ramai disana, yendi beli udang dan sambal ibu rudi dan banyak camilan, tidak lupa berfoto dengan pemilik restoran : ibu rudi, heeh mukanya ibu rudi beda banget sama foto di papan iklan, photoshop memang ajaib.

destinasi kedua adalah depot genteng di jalan genteng durasim no 29, depot andalan maria karena rujak cingur dan sop buntut nya terkenal enak sejak tahun 1945, wahh saya meng-iya-kan untuk kesana, meskipun saya tidak akan memesan rujak cingur, yendi harus makan rujak cingur! saya memesan nasi sayur asem plus dadar jagung, yendi pesan rujak cingur special, dan maria pesan es campur---hah maria gak pesan makanan, padahal dia yang maksa saya untuk makan hehe. sayur asemnya enak, rujak cingur yang dipesan yendi terlihat menarik dengan potongan2 cingur yang tebal, yendi bilang enak! maria kecewa es campurnya tidak ada potongan roti. setelah kami kenyang, terutama yendi karena porsi rujak cingur yang cukup besar dengan harga yang sesuai 27ribu rupiah. tagihan makan siang ditanggung oleh maria, hehe makasih maria!

destinasi ketiga: kampus b unair, maria (lebih tepatnya pak nur—sang supir) dengan senang hati mengantarkan saya kembali ke kampus, sebelumnya mampir ke kost saya mengambil laptop, lalu ke fotokopi pink yang berada di belakang perpustakaan unair. saya fotokopi buku “nyanyian seorang bisu – pramoedya ananta toer”, salah satu karya pram yang belum saya baca, buku fotokopian ini akan jadi koleksi c2o library. kami lanjut mengobrol di selasar fib, sharing kegiatan kami masing2, dan maria menceritakan kelucuan2 suaminya: toni. destinasi keempat: zangradi, setiap turis yang berkunjung ke surabaya merasa wajib untuk menikmati es krim di zangradi, termasuk yendi. kami pindah tempat ngobrol di zangradi yang nyaman sambil menikmati es krim, kali ini yang bayar tagihan adalah yendi, hehe makasih yendi! destinasi terakhir adalah c2o library, kami tiba disana sekitar jam 5 sore, sementara yendi dan maria menikmati koleksi c2o, saya, andriew, dan ari menyiapkan venue untuk acara asosiasi design grafis indonesia (adgi) corner jam 6 sore. kami memilih menyelenggarakan adgi corner di halaman belakang, berharap tidak hujan, tapi kami sudah siap2 jika harus pindah ke dalam. adgi corner malam ini adalah pemutaran dan diskusi filem dokumenter presentasi michael beirut dalam konferensi design : morning creative. pengunjung sudah datang jam 6 sore, acara dimulai 30 menit kemudian, yendi pun dijemput oleh travel, kami mengucapkan sampai jumpa. maria dan toni bergabung melihat sekilas adgi corner, yang datang tidak sampai 30 orang, yah lumayan lah, saat filem diputar hujan gerimis turun, dengan sigap semua orang membantu memindahkan property ke dalam ruang perpustakaan, setelah alat2 siap kembali, filem dilanjutkan. michael beirut memang menarik, dia menjelaskan mengenai caranya mengatasi klien, beirut berharap bisa meng-handle client seperti dia bekerja untuk saudaranya sendiri. selanjutnya arie, andriew, dan bayu memimpin diskusi mengenai cara meng-handle klien. diskusi yang menarik terpaksa berakhir jam 9 malam, karena sudah waktunya c2o library tutup. setelah semua pengunjung pulang, saya pun pulang nebeng bayu.

2 komentar:

  1. mbak bemo dari jmp ke pasar gembong itu bemo apa ya? thanks :)

    BalasHapus