Selasa, 04 Januari 2011

menuju kediri

keberangkatan
selesai packing tidur bentar, terbangun oleh telepon dari wiktor, jam 11 malam
gw jalan-jalan sama wiktor, dia pengen tahu bagaimana orang-orang surabaya merayakan tahun baru, kita ke jalan kaki ke balai kota, dan ini juga pengalaman pertama gw menyaksikan perayaan tahun baru di surabaya! jalanan sudah macet total dari jembatan jalan pemuda, paling banyak adalah sepeda motor dan juga banyak orang berjalan kaki, mereka konvoi mengelilingi balai kota! jam 12 kembang api mulai beraksi, kembang apinya sih biasa aja, gak spektakuler, ginilah perayaan tahun baru di surabaya, banyak orang dengan sepeda motor berkumpul di balai kota sambil meniup terompet, menyalakan petasan dan kembang api, nothing special, yah gak masalah sih gw dan wiktor kan tidak merayakan tahun baru! balik ke kost jam 2 pagi, online dulu, tidur jam 3 pagi, dan bangun jam setengah 5 pagi, langsung cabut ke stasiun gubeng tanpa mandi, daripada nanti ketinggalan kereta jam 5 pagi! lucky me, gw gak ketinggalan kereta, tapi emang mepet banget, dengan tiket seharga 5500rupiah gw menuju kediri!

ini pengalaman pertama gw ke kediri, setelah membaca arok dedes-pramoedya ananta toer yang mengisahkan kudeta arok terhadap tumapel (masuk dalam wilayah kerajaan kediri), gw jadi pengen ke kediri! jalur kereta api ke kediri yaitu surabaya-mojokerto-jombang-kertosono-kediri-tulungagung-blitar, surabaya-kediri ditempuh selama 3.5jam, cukup lama! nyampe stasiun gw jalan kaki melewati jl dhoho, jl brawijaya, jl basuki rachmat, melewati gedung bank indonesia yang berukuran tidak besar namun arsitektur art deco-nya tetap indah, hotel merdeka dengan arsitektur art deco juga, dan balaikota dengan bangunan yang biasa saja!

gunung kelud
setelah menunggu hampir satu jam, gw naik angkutan mobil l300 jurusan wates,
melewati paggora, semacam kolam renang dan taman hiburan yang rame banget pengunjungnya karena hari ini tanggal 1 januari 2011, sama seperti ancol pas tahun baru! melewati kecamatan pesantren ada pabrik gula pesantren baru, jadi disana banyak perkebunan tebu, dengan ongkos 10000rupiah sekitar satu jam perjalanan baru nyampe kecamatan wates. seharusnya ada angkot ke gunung kelud, tapi gw udah nunggu cukup lama gak lewat-lewat, gw nanya penduduk lokal memang ada angkot, tapi karena tahun baru jadi jarang banget, akhirnya gw naik ojek biayanya 15ribu, cukup murah karena jarak cukup jauh dan menanjak! memasuki kecamatan ngancar, perjalanan diwarnai perkebunan nanas dan udara mulai dingin.

akhirnya nyampe pintu masuk wisata gunung kelud! disana udah disediain angkutan wisata untuk menuju lokasi gunung kelud, angkutan yang di-design seperti mobil safari, sangat menarik dan nyaman, yang keren angkutan ini gratis! perjalanan menuju gunung kelud selama 30menit sangat indah, melewati banyak lembah, tikungan dan tanjakan tajam, dan semuanya putih, kabut dimana-mana, gw mulai kedinginan! sampai di lokasi, banyak banget pengunjungnya, info dari petugas sekitar 7000 orang, tapi tetap nyaman bergerak karena areal-nya sangat luas. ternyata cukup banyak pilihan wisatanya, ada flying fox dan motor atv, sumber air panas, anak gunung kelud, dan 3 view point untuk menikmati keindahan gunung kelud.

pertama gw melewati terowongan yang cukup panjang untuk menuju 3 view point, view point pertama jaraknya tidak jauh dan kita bisa mengamati dari dekat anak gunung kelud! fenomena anak gunung kelud cukup menggemparkan karena anak gunung itu muncul dari letusan dibawah danau dan membentuk bukit yang menyerap seluruh air danau, ajaib! gw lanjut ke view point kedua, jaraknya jauh banget dan harus menaiki ratusan anak tangga, tapi emang view nya oke banget, wow banget!!! berhasil sampai puncak malah gak liat apa-apa karena penuh kabut, setelah kabut turun baru deh melihat seluruh lokasi gunung kelud yang menawan hati! gak disangka di puncak gw ketemu rekan kerja gw, hehe kaget banget dia tau gw ke gunung kelud sendirian. turun ke bawah menuju view point ketiga, view nya adalah tebing yang indah dan biasa dipakai untuk panjat tebing!

kembali ke terowongan dan menuju ke sumber air panas. jalan menuju sumber air panas tidak sulit hanya menuruni ratusan anak tangga hehhe jauh banget menuju lembah! gak kebayang beratnya kembali ke atas setelah nyampe ke sumber air panas! menuruni lembah, kiri-kanan adalah hutan, sangat menarik! akhirnya nyampe juga, dan cukup bagus seperti sungai kecil tapi arusnya cukup deras! dengan kostum yang tepat, celana pendek dan kaos oblong, gw bisa merendam kaki dengan nyaman, aduhh enak banget, segala beban di betis dan ujung kaki setelah mendaki ke puncak gunung lepas semua! betah gw berlama-lama disini! setelah cukup puas merendam kaki, dengan semangat gw kembali ke atas, ternyata berkat merendam kaki di air panas, ratusan anak tangga gw lewati dengan santai! saatnya mengakhiri wisata gunung kelud, gw sangat merekomendasikan tempat ini, tidak kalah indah dengan gunung bromo! kembali ke bawah naik angkutan wisata, dan setelah sampai langsung ke toilet! toilet di gunung antriannya mencapai 100meter!

info dari penjaga toilet, gw bisa ikut menumpang angkutan wisata ke wates setelah jam operasional berakhir sekitar jam 5 sore, gw putuskan untuk menumpang karena memang sudah tidak ada angkot dan ojek akan sangat mahal! gw memberanikan diri bertanya ke supir angkutan wisata, puji tuhan gw dapet tumpangan! sebelum menumpang, gw makan nasi pecel yang enak dan murah banget cuma 2500rupiah, orang disebelah gw makan bakmi kuah, gw mupenk juga sama bakmi kuah, tapi sayang banget perut gw ini kapasitasnya cuma 1 porsi saja! puji tuhan (lagi) sang supir ternyata rumahnya di kecamatan pesantren, lumayan banget tinggal naik becak gw bisa nyampe kota kediri! hujan deras saat itu, gw naik becak tanpa tau arah karena ditutup dengan plastik buram, cukup menyeramkan! ternyata gw diturunin di terminal lama (di kediri ada 2 terminal, terminal lama dan terminal baru), terpaksa gw harus naik ojek, sudah gak ada angkot ke terminal baru karena sudah malam, akhirnya naik ojek langsung ke puh sarang, tapi mahal banget 40ribu dan gak bisa ditawar! terpaksa gw ambil, sepatu gw basah dan cukup lelah.

komplek ziarah puhsarang
sempet nyasar karena tukang ojek-nya belum pernah ke gereja puhsarang hanya
tau daerahnya saja. jam 8 malam baru nyampe komplek ziarah puhsarang! langsung menuju wisma bethlehem, rencananya gw mau bermalam disana, ternyata tidak ada kamar untuk satu orang, yang ada kamar dengan 8 dan 12 bed karena biasanya untuk kunjungan secara berkelompok! dan harga per kamar 120-140ribu, akhirnya gw milih nginep di hotel aja karena harganya sama aja. tentu saja bukan hotel poh sarang (mahal cuy), hanya ada 2 hotel disana, lainnya berupa wisma/homestay, gw milih hotel deus detus, harga kamarnya 120ribu dengan fasilitas fan, air panas, tv, dan breakfast! sebenernya budget gw hanya untuk wisma bukan hotel, dan gw bisa nyoba nanya harga wisma yang berada di dekat gereja, tapi gw udah capek, dan mupenk dengan mandi air panas! oh iyah, wilayah desa puhsarang, kecamatan semen, kabupaten kediri adalah dataran tinggi, di kaki gunung klotok, udara yang sejuk ditambah view citylight kota kediri, indah! akhirnya masuk kamar langsung mandi, makan malam coklat dan biskuit gandum, nonton tv bentar trus tidur!

bangun jam 05.30, sayang melewatkan sunrise! siap jalan-jalan keliling komplek ziarah pohsarang! komplek ziarah pohsarang yang dikelola oleh keuskupan surabaya (sendang sono dikelola oleh keuskupan semarang) terdiri dari gereja, 3 jalan salib, gua maria lourdes, pondok rosario nazareth (ruang peristiwa sedih, peristiwa gembira, dan peristiwa mulia), wisma hening st catarina, wisma bethlehem, makam para pastur dan uskup, bumi perkemahan bukit tabor, dan taman hidangan kana (semacam foodcourt).

gereja puhsarang dibangun tahun 1936 punya arsitektur yang unik, perpaduan kebudayaan majapahit (hindu) dengan jawa. dari luar gereja tampak cukup besar, begitu masuk ternyata termasuk kecil untuk gereja katolik, mungkin hanya bisa menampung 50-100 jemaat, dan tanpa tempat duduk, misa dilakukan lesehan beralaskan karpet. tembok gereja memakai batu kali dan altar berbentuk relief candi, sangat unik! gereja tampak sangat menyatu dengan alam, seperti candi! tentu saja para misionaris yang membangun gereja puhsarang berusaha untuk diterima oleh masyarakat dengan mengemas gereja sesuai dengan kebudayaan lokal. di lingkungan gereja juga ada jalan salib berupa relief di tembok.

gw lanjut ke komplek makam, nama makam para pastur dan uskup memakai bahasa ibrani, mausoleum dan columbarium (susah kata-katanya), disana juga terdapat tempat penitipan abu, tempat persemayaman terakhir yang keren! setelah makam adalah bumi perkemahan bukit tabor, tidak terlalu luas, tapi gw yakin jarang banget yang kemping disana, lebih sering dipakai untuk kegiatan outbound. jalan menuju gua maria melewati gedung serba guna dengan arsitektur yang sama dengan gereja, toilet dan tiap anak tangga, serta jalan setapak pun di-design dengan konsep menyatu dengan alam. banyak stand yang menjual benda-benda rohani dan juga beberapa stand makanan minuman. areal gua maria cukup luas, tampak seperti taman, dengan patung bunda maria yang cukup besar, taman ini sangat menarik! gw duduk di bangku taman menikmati keheningan (saat itu hanya ada beberapa peziarah saja).

jalan salib bukit golgota adalah jalan salib terbesar yang pernah gw liat, katanya sih sama seperti di lourdes. di setiap stasi berupa diorama patung dengan ukuran yang sebenarnya, patungnya dicat warna emas sehingga tampak elegan! view di jalan salib juga oke, sawah dan gunung! terlihat juga patung salib tuhan yesus ukuran raksasa di wisma st yohannes, terlihat seperti salib di bukit golgota! cukup aneh melihat salib besar di pulau jawa, dimana mayoritas penduduknya beragama islam. yang lucu, di stasi ke-15 (stasi terakhir yaitu yesus bangkit) tidak ada patung hanya gua kosong dan batu besar, sama seperti yang dikisahkan di alkitab, saat para murid membuka gua tempat yesus dimakamkan, gua itu kosong! yesus telah bangkit! kalo di jalan salib yang biasanya tetap ada gambar/relief/patung yesus yang menampakkan diri setelah bangkit.

selesai juga keliling komplek ziarah yang luas banget dan indah! gw lanjut ke wisma st yohannes, mau liat salib raksasa, saat malam view nya lumayan oke karena disekitar salib ada lampu-lampu kecil, dari jauh terlihat seperti lilin yang dinyalakan, ternyata patung salib nya biasa aja, tidak indah, tanpa detail. gw lanjut ke warung, sarapan teh rosella dan tahu goreng! wekkk teh rosella gak enak blast, berasa minum air kembang, untung tahu goreng nya enak banget, dimakan sama sambel kecap! lanjut jalan-jalan ke sawah, melihat para petani bekerja, jalan-jalan pagi yang menyenangkan! setelah lebih dari 3jam jalan-jalan gw balik ke hotel, sarapan (lagi) roti bakar! leyeh-leyeh di kamar liat film kartun, jam 10.30 mandi, jam 10.50 check out, siap ikut misa jam 11 siang!

misa yang menjadi daya tarik peziarah adalah misa jumat legi, yaitu misa setiap malam jumat legi, misa yang diiringi oleh orkes musik tradisional. ternyata gereja sudah penuh dengan jemaat (hehe emang gerejanya kecil), gw kebagian duduk di halaman gereja beralaskan plastik. misa yang sederhana, dengan khotbah yang sederhana pula, sang pastur mengulas singkat sejarah berdirinya gereja pohsarang, misa juga singkat hanya 1 jam, setelah misa, hujan turun, gw makan siang dulu di taman hidangan kana, disana banyak dijual babi krengsengan, nasi goreng babi, serba babi! gw makan nasi pecel (lagi).

kepulangan
saatnya kembali ke surabaya! gw mutusin akan jalan kaki ke terminal,
keliatannya tidak terlalu jauh dan jalanan menurun! ternyata capek juga jalan kaki satu jam, setidaknya view-nya cukup indah! nyampe terminal baru namanya terminal tamanan, langsung nyari bis tujuan surabaya, gw milih naik bis, pengen tau jalur bis karena beda dengan jalur kereta! ternyata ada 2 jalur bis, via kertosono dan via pare, gw milih via pare, pengen tau pare! gw naik bis ekonomi harapan jaya dengan tarif 14000ribu, jauh lebih mahal dan lebih lama perjalanannya.

bis melewati kota kediri, kota ini bersih dan cukup tertata, melewati gedung gudang garam dan beberapa pusat perbelanjaan! keluar kota kediri, melewati monumen slg (simpang lima gumul) yang menjadi salah satu ikon pariwisata kabupaten kediri, monumen ini lebih akrab disebut gumul menjadi salah satu tempat wisata dengan design menyerupai arch d'triomphe di prancis, gumul juga menampilkan relief kehidupan masyarakat jawa prasejarah sampai jaman modern. memasuki kecamatan pare, tidak ada yang special, tidak jauh beda dengan kecamatan lainnya, gw berharap melihat sesuatu di pare! di jombang, gw melewati pesantren tebu ireng, sekaligus makam kh wahid hasyim dan gus dur. memasuki mojokerto mulai macet, sekarang arus balik setelah liburan tahun baru! akhirnya nyampe terminal bungurasih jam 6 sore, terminal juga penuh karena arus balik, ahh sayang banget gw gak makan tahu lontong khas kediri atau beli tahu stick, terlalu malas untuk makan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar